Al-qur'an sebagai Mu'jizat teraktual
Istilah Al-Qur'an sebagai mukjizat teraktual merujuk pada keyakinan bahwa keajaiban Al-Qur'an tidak berhenti pada masa Nabi Muhammad SAW saja, tetapi terus relevan (kontekstual) dan terbukti kebenarannya seiring perkembangan zaman, sains, dan peradaban manusia.
Berbeda dengan mukjizat para Nabi terdahulu yang bersifat indrawi (langsung terlihat dan selesai pada masanya, seperti membelah lautan), Al-Qur'an adalah mukjizat akli (intelektual) yang tantangannya berlaku sepanjang masa.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa Al-Qur'an disebut sebagai mukjizat yang paling aktual:
1. Keaslian yang Terjaga (Autentisitas)
Al-Qur'an adalah satu-satunya kitab suci yang dihafal oleh jutaan orang di seluruh dunia dari berbagai bahasa. Tidak ada satu huruf pun yang berubah sejak 14 abad lalu. Di era digital ini, otentikasi teks Al-Qur'an justru semakin mudah dibuktikan.
2. Isyarat Ilmiah (Sains Modern)
Banyak ayat Al-Qur'an yang baru bisa dibuktikan secara logis setelah teknologi manusia berkembang. Contohnya:
- Embriologi: Penjelasan fase perkembangan janin dalam rahim (QS. Al-Mu’minun: 12-14).
- Ekspansi Semesta: Teori bahwa alam semesta terus meluas (QS. Adz-Dzariyat: 47).
- Siklus Air: Penjelasan tentang awan dan hujan yang sangat akurat secara meteorologi.
3. Bahasa dan Sastra yang Tak Tertandingi
Hingga saat ini, tidak ada satu pun sastrawan atau ahli bahasa yang mampu menjawab tantangan Al-Qur'an untuk membuat satu surat saja yang setara dengan keindahan dan kedalaman maknanya. Gaya bahasanya melampaui tren sastra manusia di zaman manapun.
4. Solusi Problematika Hidup
Al-Qur'an tetap aktual karena prinsip-prinsip di dalamnya (seperti keadilan, ekonomi syariah tanpa riba, hingga manajemen konflik) masih menjadi solusi yang paling relevan untuk masalah sosial dan mental manusia modern di abad ke-21.