Menyadari pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana, Gugus Depan Gerakan Pramuka MAN 3 Banyuwangi menggelar kegiatan latihan yang berfokus pada penempuhan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Bidang Penanggulangan Bencana Alam Kebakaran pada Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di lapangan madrasah ini dimulai tepat pukul 13.00 WIB dengan diawali upacara pembukaan yang khidmat.


Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 3 Banyuwangi, Eni Susiany. Dalam sambutannya, Eny menekankan pentingnya keterampilan praktis ini bagi generasi muda agar memiliki jiwa tanggap bencana. "Melalui penempuhan TKK ini, kami ingin membentuk kader Pramuka yang tidak hanya tangguh di lapangan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Keterampilan mitigasi kebakaran ini adalah bekal berharga agar para siswa mampu melindungi diri, keluarga, dan lingkungan madrasah dari potensi bahaya yang bisa terjadi kapan saja," ujar Eny.


Tujuan utama dari latihan penempuhan TKK ini adalah mencegah potensi kebakaran dengan mengedukasi peserta mengenai berbagai faktor pemicu kebakaran yang kerap terjadi di kehidupan sehari-hari, seperti korsleting arus pendek listrik dan kebocoran tabung gas. Selain itu, para anggota Pramuka juga dilatih untuk melakukan deteksi dini terhadap bahaya kebakaran di lingkungan sekitar, baik di rumah maupun di madrasah.



Untuk memberikan materi yang akurat dan aplikatif, MAN 3 Banyuwangi bersinergi langsung dengan mendatangkan tiga personel Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banyuwangi sebagai instruktur utama. Kehadiran para ahli ini memberikan kesempatan langka bagi ratusan peserta yang terdiri dari seluruh siswa kelas X serta didampingi oleh 35 anggota pengurus Dewan Ambalan dari kelas XI yang bertugas mengoordinasikan jalannya acara.


Para peserta tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan teori pencegahan, pengenalan alat pemadam api, hingga simulasi penanganan kebakaran skala kecil secara langsung di bawah pengawasan ketat Tim Damkar Kabupaten Banyuwangi. 


Pembina Pramuka, Karno mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab madrasah untuk membekali anak-anak didiknya berbagai keterampilan. “Melalui latihan intensif ini, Pramuka MAN 3 Banyuwangi diharapkan tidak hanya cakap dalam teori kepramukaan, tetapi juga tangguh, tanggap, dan responsif dalam menghadapi situasi darurat di dunia nyata,” ujar Karno. (Jurnalis MAN 3 Banyuwangi)