BANYUWANGI – MAN 3 Banyuwangi menggelar kegiatan keagamaan rutin Pengajian Kitab Ta'lim Muta'allim pada Senin pagi, (18/5/2026). Acara yang berlangsung khidmat di halaman madrasah ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan dinamika remaja sekarang, yaitu "Fasal Waro' dan Anti-Kekerasan".


Pengajian ini menghadirkan Ustaz Slamet Amsari sebagai pemateri utama, dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi, dewan guru, serta staf karyawan MAN 3 Banyuwangi.


Dalam tausiyahnya, guru Fiqih ini menekankan bahwa konsep waro' , yakni menjaga diri dari hal-hal yang syubhat dan haram dalam kitab Ta'lim Muta'allim memiliki korelasi erat dengan pembentukan karakter mulia, termasuk pencegahan tindakan kekerasan di lingkungan sekolah. Beliau memaparkan bahwa salah satu fondasi utama untuk membentuk sikap waro' adalah dengan memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh.


"Siswa harus menjaga sikap waro' untuk menghindari sikap anti-kekerasan. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan menghindari mengonsumsi makanan yang haram," ujar Slamet Amsari di hadapan ratusan siswa.


Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa makanan yang tidak halal, baik dari dzatnya maupun cara mendapatkannya dapat mengotori hati dan memicu energi negatif dalam diri seseorang. Energi negatif inilah yang sering kali menjelma menjadi emosi yang tak terkendali, egoisme, hingga berujung pada tindakan kekerasan, seperti perundungan (bullying) atau perkelahian.


Kepala MAN 3 Banyuwangi, Bambang Irawan menyambut baik materi yang disampaikan. Beliau berharap pengajian ini bukan hanya menjadi rutinitas spiritual, tetapi juga menjadi benteng moral bagi para siswa agar saling menyayangi, menghormati, dan menciptakan lingkungan madrasah yang aman serta bebas dari kekerasan. (Jurnalis MAN 3 Banyuwangi)