MAN 3 Banyuwangi sukses menggelar Pekan Keagamaan Madrasah (PKM) pada Rabu (17/6/2026). Kegiatan kreatif ini diselenggarakan di area Food Court dan Kafe MAN 3 Banyuwangi sebagai sarana praktik langsung untuk mata pelajaran Fiqih. Melalui agenda tahunan ini, pihak madrasah memfokuskan pembelajaran pada dua materi besar, yakni mudharabah atau sistem bagi hasil dalam jual beli untuk kelas X, serta pernikahan syar'i untuk siswa kelas XI.


Suasana madrasah terasa makin meriah karena sebelum praktik inti dimulai, acara dibuka dengan pengenalan budaya pernikahan khas Banyuwangi yang dikenal dengan nama Perang Bangkat. Tradisi lokal yang sarat akan nilai filosofis ini sengaja dihadirkan untuk mengedukasi generasi muda agar tetap mencintai dan melestarikan budaya daerah di samping memahami syariat agama.



Setelah pertunjukan budaya usai, agenda langsung dilanjutkan dengan praktik pernikahan syar'i yang diikuti oleh seluruh kelas XI. Dalam praktik ini, masing-masing kelas mendelegasikan siswanya untuk berbagi peran secara totalitas. Ada yang bertindak sebagai sepasang pengantin, wali nikah, penghulu, hingga saksi dan para tamu undangan. Prosesi praktik akad nikah tersebut berjalan khidmat layaknya pernikahan sungguhan.


Sementara itu, area food court disulap menjadi pasar syariah oleh siswa kelas X yang mengadakan praktik jual beli dengan membuka berbagai stan. Melalui simulasi tersebut, para siswa belajar langsung bagaimana cara menjalankan usaha, bernegosiasi, menghitung bagi hasil, dan menerapkan etika berdagang yang jujur sesuai dengan tuntunan agama Islam.


Seluruh siswa MAN 3 Banyuwangi pun menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dalam menyambut dan melaksanakan kegiatan edukatif tersebut dari awal hingga akhir.


Ketua Panitia PKM, Fathur Rohman, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pergelaran kegiatan ini adalah agar para siswa tidak hanya memahami teori di dalam kelas saja. Melalui pengalaman langsung ini, siswa diharapkan benar-benar mengerti bagaimana prosesi pernikahan secara syar'i yang sah serta bagaimana hukum dan keadilan dalam transaksi jual beli dalam Islam. 



Kepala MAN 3 Banyuwangi, Bambang Irawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang luar biasa terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. “Agenda seperti PKM sangat penting karena mampu mengedukasi generasi muda secara nyata, tidak hanya membekali mereka dengan teori keagamaan tetapi juga melatih kesiapan mental dan spiritual dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat pada masa depan,” ujar Bambang. 


Pada perhelatan PKM MAN 3 Banyuwangi, terdapat pula agenda santunan untuk masyarakat sekitar. Harapannya, dengan kegiatan santunan tersebut dapat meninspirasi siswa untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. (Jurnalis MAN 3 Banyuwangi)